Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Sunday, February 19, 2012

THE ENIGMATIC KELLY TANDIONO

FASHION PROFILE  
 THE ENIGMATIC LOOK OF INDONESIA'S RISING BEAUTY 

Image Courtesy of Anton Jhonsen Photography

Intrigues of a woman's look, physique, and poise will always arouse an enigma. It is within these qualities women form a sultry confidence that shapes a luscious demeanor that draws people's courtesy and attention. A model in every way is a medium and a palette that transcends ideas and values, for which means a model must have a versatile look that could mesmerizes accordingly to those who glance at her. Kelly Tandiono the self-proclaimed  tomboy, is one of Indonesia's most prominent supermodel that has grace not only national magazines and runways, but has also made it in the international scene strutting her cat-like move at Calvin Klein's, and starring at an Elle Macpherson's commercial. With  that beautiful oriental face of hers, and that pair of cat-like squinty-eye, a luscious red lips, and a long straight black as night hair, Kelly is one of the most sought after model in Indonesia with looks that intrigues whomever with awe. Her look is an enigma that has struck us with mystery.    

Tatapan, tubuh, dan keanggunan seorang wanita selalu membawa intrik yang mengundang sebuah misteri yang dipertanyakan. Dan melalui tatapan, tubuh, dan keanggunan ini-lah seorang wanita mengembangkan sebuah kepercayaan diri yang mengoda, kepercayaan diri ini yang kemudian membentuk sebuah sikap yang mengundang perhatian banyak orang. Seorang model dari segala sisi dapat dikatakan merupakan sebuah medium yang dipergunakan untuk menyampaikan secara maksimal nilai-nilai yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, seorang peragawati pun harus dapat memiliki penampilan yang beragam untuk dapat menyampaikan berbagai nilai tersebut. Kelly Tandiono seorang peragawati Indonesia yang menyebut dirinya sendiri sebagai seorang tomboy, merupakan salah seorang peragawati paling tenar di Indonesia. Tidak hanya berkarya dalam negeri, Kelly pun telah berkarya di luar negeri. Dengan wajah orientalnya yang menarik, dan dengan tatapan mata yang begitu tajam, sebuah bibir merah yang sensual, dan rambut hitam panjang indah Kelly merupakan salah seorang model yang paling dicari di Indonesia.




In this post we will bring to you the world of modeling through Kelly Tandiono's life story, how even as a teenager Kelly who once never dreamt of becoming a model worked hard to get signed with an agency. Kelly shared on what does it takes to become a great model both in the national circuit and in the international circuit through her opinion. And how does the competition amongst models feels like in the international scene.    

Dalam post ini, kami akan memberikan anda gambaran akan dunia peragawati melalui cerita kehidupan Kelly Tandiono, bagaimana Kelly yang pertama tidak menduga bahwa ia dapat menjadi seorang model berish keras dan berusaha untuk dapat dikontrak dengan sebuah agensi peragawati. Bagaimana Kelly berbagi mengenai kunci kesuksesan untuk menjadi seorang peragawati baik di dalam negeri mau pun di luar negeri. Kelly pun menjelaskan kompetisi yang terjadi di dalam dunia internasional di antara peragawati.



ENGLISH VERSION


Could you tell us a bit of what you were like as a child? Were you a girly girl who always liked fashion? Or were you the kind of kid who studied all the time? What and when, and how did you first fell in love with fashion? 

When I was a child I was such a rebel and a tomboy. Even in school I was Kelly "The Trouble Maker", fighting with boys, skipping classes, and making a lot of problems for my parents. I never really thought I would actually fell in love with fashion moreover, a model.

Could you share us a bit of how did you first had the idea of becoming a model? Did your friends or family agree with the idea of you becoming a model? 

Well I actually had the first idea when I got scouted in the age of 14 years old. I was walking around a mall and was asked if I was interested to be a model. Never thought about it since my mom disagrees with the idea of me modeling at such a young age.
So while I was doing my university in Singapore and I found myself some spare time, I just went to an agency called Mannequin. I was very happy that they took me in without any experience or portfolio and I've been modeling ever since.

Would you say that a model needs to be “discovered” in order to become successful? Or is it more important to have perseverance and a “work hard” attitude? 

I believe its a little bit of both. As for me I did work hard and also been discovered as it is a word of mouth so it does help, in spite that I believe I have a very good attitude and personality where people love working with me as I try to achieve a harmonious work environment.

When you decided to start modeling what was the first thing that you do? Did you get sign with an agency? Or did you build a portfolio first? 

Actually I was very lucky enough to have been accepted without any experience or portfolio. Maybe I was young and they saw potential so they were willing to work and build me to be a good model.

Could you share us your first experience in trying to be signed with an agency? What did they asked you to do on that first agency that signed you?

Well i never really had that so much of an experience. Just that you have to be professional. Being on time, make sure you go to all your jobs, work harmoniously with the client, keep your figure, etc.

Could you share us your first experience in professional modeling? What was it? 

My very first experience was a fashion show for Calvin Klein. Was so excited about it because Mr. Calvin Klein himself was the one who did the casting. Was so happy.

Out of the numbers of Indonesian fashion designer that you’ve worked with, which designer you liked the most?

I love Oscar Lawalata, Biyan, Adrian, Sebastian Gunawan, Auguste Soesastro, Priyo Oktaviano, I can make you a long list there are many talented indonesian fashion designer and they are all very nice to work with.

How was the competition with other models in the international scene? How does one be on top in a casting?

It's very different. As first of all they categorize you in a certain look. Mostly my competition would be other asian girls from Korea, Japan, China. And in a casting I try to be myself and be confident. Sometimes it helps for you to be yourself, because they see or feel of what you're like in a casting, it'll help book jobs.

Do you have any model that you see as an inspiration? 

Freya Beha, really love her look and style.

If there’s any company (magazines or design houses) that you could work with? What will it be?

VOGUE (all caps locked by Kelly herself)

What’s next for Kelly Tandiono? We heard that you would like to become a designer. What will you design? 

Yes I'm trying to do a lot of things. Acting, designing, singing. I want to have an open option and work towards whats best for me for the future.

But my first priority right now will be to design. I'm going to a fashion design school around June or July to learn the basics of fashion design. I would say I would go for ready to wear and simple elegant dresses. 

Image Courtesy of B-Management



 Image Courtesy of Fashion Model Directory


Image Courtesy of Fashion Model Directory



INDONESIAN VERSION

Bisakah Kelly mendeskripsikan; bagaimana sih Kelly ketika remaja? Apakah sudah dari dahulu suka sama fesyen, yang berteman dengan sesama pecinta fesyen?Atau apakah Kelly seorang murid yang suka belajar? Kapan, dan mengapa Kelly jatuh cinta dengan fesyen? 


Ketika saya masih kecil, saya adalah seorang anak yang suka memberontak dan sangat tomboy. Bahkan di dalam sekolah saya dikenal dengan Kelly "The Trouble Maker",  berkelahi dengan yang lelaki, bolos dari kelas, membuat banyak masalah untuk orang tua. Sebenarnya saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan jatuh cinta dengan fesyen, apalagi mejadi model. 

Sebenarnya sejak kapan sih Kely berpikir untuk berprofesi sebagai seorang model? Apakah teman-teman dan orang tua setuju dengan keinginan Kelly untuk menjadi seorang model?

Well... Pertama kali saya mendapatkan ide untuk menjadi seorang model itu ketika saya berumur 14 tahun ketika saya di-scouted. Saya sedang berjalan-jalan di mal dan seseorang bertanya jikalau saya mau menjadi seorang model. Tapi setelah itu, saya ga berpikir untuk menjadi seorang model karena Ibu saya melarang saya untuk menjadi seorang model di umur yang masih sangat muda.

Jadi ketika saya sedang menjalani studi universitas saya di Singapore saya menemukan waktu luang, jadi saya pun pergi ke sebuah agensi model bernama Mannequin. Saya sangatlah senang karena saya diterima tanpa bekal pengalaman atau pun portfolio sejak saat itu saya pun mulai modeling. 



Apakah menurut Kelly seorang model harus "ditemukan" untuk menjadi sukses? Atau apakah yang menentukan adalah sikap "bersikeras" dan tindakan kerja keras? 



Saya percaya butuh sedikit dari keduanya. Untuk saya sendiri dapat dibilang saya itu "ditemukan" dan telah berkerja keras dan berkat word of mouth maka karir pun melesat, selain itu saya pun percaya saya memiliki etika kerja yang baik dan karakter yang baik dimana orang-orang menyukai berkerja dengan saya akibat usaha saya untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. 

Hal pertama yang dilakukan ketika ingin Kelly telah memutuskan untuk menjadi model apa? Apakah Kelly mecoba untuk dikontrak dengan sebuah agensi? Atau apakah Kelly mencoba untuk membuat portfolio terlebih dahulu?

Sebenarnya saya menganggap diri saya sebagai seseorag yang sangat beruntung, karena saya diterima oleh sebuah agensi tanpa pengalaman atau pun sebuah portfolio. Mungkin hal tersebut terjadi karena saya muda dan mereka melihat adanya potensi, so… mereka rela untuk berkerja dan menjadikan saya seorang model yang baik.

Bisakah Kelly berbagi mengenai pertama kalinya Kelly berusaha untuk dikontrak dengan sebuah agensi? Saat itu apakah yang agensi modeling tersebut minta kepada Kelly untuk Kelly lakukan?

Well saya tidak memiliki begitu banyak pengalaman. Hanya yang saya dapat bagikan ialah bagaimana kita harus bersikap professional. Being on time, make sure you go to all your jobs, dan berkerja dengan sejahtera dengan sang klien, pertahankan figure badan anda, dsb.

Bisakah Kelly berbagi mengenai pengalaman pertama kalinya Kelly melakukan pekerjaan professional modeling



Pengalaman pertama saya ialah sebuah pergaan busana oleh  Calvin Klein. Saya sangat-lah excited mengenai pekerjaan ini, karena Mr. Calvin Klein sendiri yang melakukan casting-nya. Saya sangat senang.

Dari beberapa banyak desainer yang Kelly telah berkerja untuk, siapakah yang Kelly paling senangi untuk berkerja sama?



I love Oscar Lawalata, Biyan, Adrian, Sebastian Gunawan, Auguste Soesastro, Priyo Oktaviano, I can make you a long list there are many talented Indonesian fashion designer and they are all very nice to work with.



Bagaimanakah pertandingan para model dalam arena internasional? Bagaimanakah seseorang dapat menjadi yang palingunggul dalam bertanding? 


Pertama-tama pertandingannya sangat berbeda ya dengan yang terjadi di Indonesia. Pertama mereka mengkategorikan kamu sesuai dengan “look” kamu. Sebagian besar kompetisi saya adalah gadis Asia lainnya dari Korea, Jepang, dan Cina. Dan untuk memenangkan perhatian mereka, dalam casting saya mencoba untuk menjadi diri saya sendiri dan berkepercayaan diri. Terkadang dengan menjadi diri sendiri membantu, karena mereka dapat melihat dan merasakan relasi mengenai bagaimana diri Anda sebenarnya, dan ini akan membantuk Anda untuk di book untuk pekerjaan.

Model yang Kelly lihat sebagai inspirasi? 



Freya Beha, really love her look and style.



Jikalau dapat berkerja bagi perusahaan apa pun di luar sana, baik media mau pun design house Kelly ingin berkerja untuk siapa? 



VOGUE (Semua di caps locked oleh Kelly sendiri)



What’s next for Kelly Tandiono? Kami dengar Kelly ingin menjadi desainer ya? Kira-kira apa yang akan Kelly desain? Lini prĂȘt-a-port atau couture?

Ya, saya mencoba untuk melakukan berbagai macam hal. Acting, designing, and singing. Saya ingin memiliki opsi yang terbuka, dan untuk mendapat kesempatan dalam memilih profesi yang terbaik untuk masa depan saya.


Tetapi prioritas utama saya untuk saat ini adalah desain. Saya akan enroll ke sebuah fashion design school sekitar Juni atau Juli untuk mempelajari dasar dari fashion desain. Saya akan mencoba untuk mendesain ready to wear dan simple elegant dresses



Image Courtesy of Bonniedegio Blogspot



Image Courtesy of Bonniedegio Blogspot


The model in her own outfit at Dewi's 20th Anniversary Celebration
Image Courtesy of Dewi Magazine


Image Courtesy of Finroll


Her day to day style remains true to childhood sense of style, claiming to be a tomboy since she's a little girl nowadays Kelly is sporting an androgynous casual chic look that is a mix of urban fashion savvy with a touch of masculinity. Preferring to wear laid back clothes such as  jeans and t-shirts in her daily wear. There's no stopping this rising beauty, with her ambition and drive we will sure see a lot of great things from Kelly Tandiono. Her combination of beauty, fashion flair, and wit will undoubtably make this enigmatic face a force to be reckon with in our fashion industry.     

Pakaian kesehariannya pun selalu true dengan sense of style yang Kelly miliki sejak kecil, dengan klaim bahwa sejak kecil ia merupakan seorang yang tomboy hari-hari ini Kelly sering kali terlihat menampilkan look yang androgonis dan casual chic, percampuran antara gaya urban dengan sentuhan maskulin. Wanita cantik ini lebih memilih pakaian yang santai seperti jeans dan t-shirts dalam kesehariannya. Sepertinya tidak akan ada yang dapat menghentikan gadis cantik berwajah oriental ini, dengan ambisi dan dorongan yang ia miliki tentunya kita akan melihat hal-hal hebat dari Kelly Tandiono. Kombinasi akan kecantikan, kemampuan fesyen, dan kepintarannya akan tanpa diragukan lagi membuat wanita ini mejadi sebuah kekuatan baru di dalam industri mode dalam negeri.












Tuesday, February 7, 2012

COURAGEOUS NINA

FASHION INSIGHT  
A WOMAN WITHOUT AN IOTA OF DISCOURAGE

Image Courtesy of Nina Nikicio

In this world where prejudice and preconceived thoughts of others ruled a person's decision, one must ask themselves whether to follow this unfavorable thoughts or to act against it and act in what they believe. Choices need courage, are we supposed to do the things that people expect us to do? Or are we suppose to do things that we love and believe? Many times the design industry is seen as something which has a vague future, especially with fashion design  of ready to wear clothing in Indonesia where the industry is ruled by global fashion labels such as Zara, Topshop, Banana Republic, etc. Are we suppose to give in to those challenges and prejudice? No. All you need to do is to be courageous, one girl proved it and right now she's one of the most sought after ready to wear designer in Indonesia, her name is Nina. Nina Nikicio.

Prasangka dan pikiran yang menghakimi telah sejak lama mendikte setiap tingkah laku seseorang. Oleh karena itu dalam menghadapi situasi sebagai demikian seseorang harus bertanya kepada dirinya sendiri; haruskah saya bertindak sesuai terhadap prasangka dan tuntutan umum ini? Atau haruskah saya bertindak melawannya untuk membuktikan apa yang saya ketahui dan saya yakini? Sering kali indutri desain digambarkan untuk memiliki masa depan yang tidak jelas, terutama fesyen desain bagi lini siap pakai dimana industri ini dikuasai oleh merek-merek fesyen global seperti Zara, Toshop, Banana Republic, dll. Apakah kita harus menyerah terhadap prasangka dan praduga yang menghakimi ini? Tidak. Satu hal yang harus seseorang lakukan ialah untuk memiliki keberanian, satu individu telah membuktikan keberanian tersebut dan hari ini beliau merupakan salah satu desainer pakaian siap pakai paling dicari di Indonesia, ia bernama Nina. Nina Nikicio.

Image Courtesy of Nina Nikicio

In this post, we will try to inspire you through Nina Nikico's life journeys; how even since she was a little girl she has always knew where her future and passion lies upon, how she question herself in her youth and then pull through it with the rough remarks from her parents, and how she beliefs that courage is the key of being a successful individual. 

Dalam post ini, kami akan mencoba untuk memberikan insiprasi Anda melalui jalan hidup seorang Nina Nikicio. Bagaimana Nina, sejak masa kecilnya sudah mengetahui dimana masa depannya dan hal apa yang harus ia lakukan di dalam hidupnya, begitu juga bagaimana di dalam masa remajanya ia mulai mempertanyakan tujuan hidupnya dimana ia berhasil bangkit melalui dukungan "keras" orang tuanya, bagaimana Nina percaya bahwa keberanian adalah kunci dari kesuksesan.

ENGLISH VERSION

Could you describe us a bit of what you were like in elementary school or junior high? Were you the kind of gal who was all about fashion and hung out with people who was into fashion?

I think you can say that i'am a weird girl. You see i was in St. Ursula for elementary school and junior high, but then in highschool i switched school to Bina Nusantara where i majored in arts. So you could probably say i'm weird... (Laughs) Artsy i was! Arts.

So you were artsy. Then is it true that you always knew that fashion is your life's calling? Or were you like one of us, who are still confused with what should we do with our life? If so since when did you know?

Junior high... No! Elementary... No! The eighth grade! Yes, i remember it exactly that in the eighth grade i knew i want to be a modern fashion designer. So i started to drew things, so that one day i could be a fashion designer. But when i was in the eleventh grade though... I seriously considered on becoming a professional painter. But then my dad was like "What are you going to eat with that profession?" (Laughs) So i went back to the original plan.


You were going to paint? (Laughs) Tell us, who inspires you into becoming a fashion designer? Or what kind of life's experience that you went through that enabled you the thought of becoming into a designer? 

I think it was around kindergarden, my grandmother owns a fabric store, and a lot of the times i spent my time there. With all of that fabrics, i played and pretend i was this alien monsters made out of fabrics (Laughs). That's probably is the beginning of my love towards textile. Since then i always love quality fabric, ones that are great, ones that have quality, and ones that are comfortable to be worn. I dislike fabrics that you know is easily ruin when you feel it, i dislike fabrics that are rough and low in quality. So that's why Nikicio as a brand always pick the quality fabrics. 

So when you were in the eighth grade, did you tell your parents that you wanted to be a designer? What was their reaction? 

My parents were okay with it, they never disapprove me  for my choice. They let me be who i wanna be. They only question me that one time... Professional artist/painter?  "What are you going to eat?"


Do you have any other interest? Other hobby? If you could be anything you want, what will you be?  

I don't think there's any other profession that i have interest in. (Laughs) I really don't know how to answer that question. If somebody asks me what i would like to do if i weren't a fashion designer, i would always answer them "a stylist". Fashion yet again.

Do you have any future goal for Nikicio as a brand? Where do you want to market it, other than in Indonesia and Singapore?

Umh, we're going to try Hong Kong, Asia primarilyWe tried Australia before, and it didn't work. But that's okay, we're gonna keep on trying! You know our label is still considerably very young, its only 4 years old. So... There's still a lot of rooms to grow, there's a lot of rooms to improve.   

Last question! When you first launch Nikicio it was back on 2007 yes? And we felt that Nikicio was particularly groundbreaking in terms of selling methods and market segment, because back then online shopping is still something that's new, and local brand were just starting to lift off. From these experience do you have any advice for a designer-to-be out there?

Just be courageous. You know... Don't care what anybody say. Because me, myself when i first started this business, no body was doing ready to wear, all were couture. But i gain my courage and keep ON doing my ready to wear. And people were like "Kok?!" But that's me.... "Emang kenapa? Gue memang ga suka evening wear gitu. Itu bukan style gue." I do realize that every once in a while i have to put on a gown, probably i'm going to wear one for my wedding. What i'm trying to say is that i want to make a wearable clothing, for people and for me to wear, clothes that are easy and effortless. 

So. You're gonna be designing your own wedding gown? 

Insyaallah... (Laughs)

INDONESIAN VERSION

Bisa tolong jelaskan, dulu ketika di elementary school atau junior high seorang Nina Nikicio itu seperti apa? Apakah dari semasa sekolah sudah hang out dengan teman yang menyukai fesyenAtau? 

Dari dulu, gue kayaknya... Aneh ya. Gwe masuk Santa Ursula waktu SMP. SD, SMP terus waktu SMA gue masuk Bina Nusantara dan memang udah langsung mengambil arts. Jadi gue emang aneh mungkinnya. (Tertawa) Memang seni gue.... seni.

Oh, jadi memang dari dahulu sudah artsy ya. Lalu apakah dari dulu memang Nina sudah tahu bahwa fesyen sebagai life's calling? Atau apakah Nina seperti kami ini nih? College students yang masih terbilang bingung dengan jalan hidup.

SMP... Kayaknya SD deh... SMP kelas dua! Gue inget banget. SMP kelas dua gue inget banget bahwa gue pengen menjadi  modernization designer. Jadi gue dah mulai gambar-gambar segala macem, itu semuanya pas SMP kelas dua. Tapi pas kuliah, eh pas SMA kelas dua sempet berkeinginan menjadi pelukis. Cuma gue diomelin sama Bapak gue, "Loe mau makan apa nyet?"(Tertawa) Jadi akhirnya balik lagi... 

Pelukis? (Tertawa) Lalu siapa sih yang menginspirasi Nina menjadi fesyen desainer? Atau pengalaman apa yang menginspirasi Nina menjadi fesyen desainer

Kayaknya sih dari kecil... Dari TK kalau ga salah, itu oma gue punya toko kain. Terus waktu TK itu, gue-kan selalu dititipin di rumah oma gue, dan gue suka pura-pura jadi monster kain dari luar angkasa (Tertawa) Jadi mungkin kecintaan gue dimulai dari tekstil itu sendiri. Jadi gue tuh suka sama bahan yang bagus, bahan yang nyaman, yang comfortable. Gue tuh ga suka sama bahan yang kalau yang dipegang terus... Kasar. Atau bahan yang dipegang terus kita tau nih... Yah sebentaran rusak. Gitu... Makanya gue ga suka tuh yang begitu, makanya Nikicio pun bahannya bener-bener dipilih ga sembarangan.

Waktu SMP kelas dua ketika Nina mencetuskan keinginan untuk jadi desainerOrang tua bagaimana? Ada yang larang? 

Bokap nyokap gue ga pernah ngelarang sih. Mereka membiarkan gue menjadi apa aja yang gue mau. Cuma pelukis itu doang yang ditanya sih... "Mau makan apa?" 

Lalu ada ketertarikan lain ga selain fesyen? Hobby lain mungkin?

Ga ada sih... (Tertawa) Emang gue dah ga tau mau jadi apa. Kalau ditanya gue mau jadi apa... Kalau bukan fesyen desainer... Gue selalu jawab stylist... Muter-muter ya selalu fesyen

Masa depannya brand Nikico bagaimana nih sebagai label? Mau masuk kemana lagi selain Indonesia dan Singapore?

Umh... Kita mau coba Hong Kong, Asia dulu sih tapi. Kita mau coba Hong Kong, Malaysia... You know we tried Australia before, it didn't work. Tapi gapapa, kita akan coba terus. Usia brand kita sendiri masih sangat muda gitu, baru empat tahun. So... There's still a lot of rooms to grow, there's a lot of rooms buat improve. 

Pertanyaan terakhir nih Nina. Waktu pertama kali Nina meluncurkan Nikicio itu-kan ditahun 2007 dimana kami melihat Nina sangatlah groundbreaking karena saat itu brand lokal terbilang push-nya belum banyak dan konsep online store belum hype. Dari hal ini saran Nina untuk seorang desainer di luar sana apa sih? 

Berani aja sih. Ya, you know... Don't care what anybody say. Soalnya gue juga pada saat mulai ga ada yang mikir tentang ready to wear, semua couture dan terus gue melanjutkan dengan ready to wear gue... Dan itu lumayan... "Kok?!" Tapi gue ya... "Emang kenapa? Gue memang ga suka evening wear gitu. Itu bukan style gue." Memang sih gue sendiri perlu pake gown, mungkin ntar kawin gue pake gaun. Maksud gue, gue mau membuat pakaian untuk sehari-hari gitu aja sih sebenernya. Untuk orang lain dan untuk gue yang mudah untuk gue pake.

Jadi kalau kawin mau desain baju sendiri nih?

Insyaallah... (Tertawa)

Image Courtesy of Edge Models Jakarta


Perseverance, courage, and focus are the things that you could say made Nikicio's success, in a way we are all alike with Nina; we are the kind of people who knows exactly what we want, but obstacles such as prejudice dan feelings of discourage limits and even change our course of life. The difference lies with the values which each of us bring to the table in dwelling with these limitation. What we could learn from Nina's story is to always be persevere, courageous, and focus in what we want, in this world of subjectivity and vast differences, your visions are bound to have an align perception, do not question your uniqueness. It is as what the market say as the competitive advantage.

Keteguhan, keberanian, dan fokus dapat dikatakan sebagai tiga hal yang menghasilkan kesuksesan Nikicio. Satu hal yang perlu kita semua sadari ialah bahwa pada esensinya kita semua merupakan manusia yang mengetahui apa yang kita inginkan. Perbedaan yang ada ialah bagaimana kita dapat menyikapi tantangan-tantangan yang menghalangi diri kita dari mencapai apa yang sebenarnya kita ingin capai. Jadilah teguh, berani, dan fokus. Di dalam dunia yang penuh dengan subjektifitas dan pandangan yang beragam, tentunya pandangan ada yang dianggap berbeda akan memiliki satu pikiran yang berpandangan yang sama.