Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Showing posts with label FASHION PROFILE. Show all posts
Showing posts with label FASHION PROFILE. Show all posts

Sunday, February 19, 2012

THE ENIGMATIC KELLY TANDIONO

FASHION PROFILE  
 THE ENIGMATIC LOOK OF INDONESIA'S RISING BEAUTY 

Image Courtesy of Anton Jhonsen Photography

Intrigues of a woman's look, physique, and poise will always arouse an enigma. It is within these qualities women form a sultry confidence that shapes a luscious demeanor that draws people's courtesy and attention. A model in every way is a medium and a palette that transcends ideas and values, for which means a model must have a versatile look that could mesmerizes accordingly to those who glance at her. Kelly Tandiono the self-proclaimed  tomboy, is one of Indonesia's most prominent supermodel that has grace not only national magazines and runways, but has also made it in the international scene strutting her cat-like move at Calvin Klein's, and starring at an Elle Macpherson's commercial. With  that beautiful oriental face of hers, and that pair of cat-like squinty-eye, a luscious red lips, and a long straight black as night hair, Kelly is one of the most sought after model in Indonesia with looks that intrigues whomever with awe. Her look is an enigma that has struck us with mystery.    

Tatapan, tubuh, dan keanggunan seorang wanita selalu membawa intrik yang mengundang sebuah misteri yang dipertanyakan. Dan melalui tatapan, tubuh, dan keanggunan ini-lah seorang wanita mengembangkan sebuah kepercayaan diri yang mengoda, kepercayaan diri ini yang kemudian membentuk sebuah sikap yang mengundang perhatian banyak orang. Seorang model dari segala sisi dapat dikatakan merupakan sebuah medium yang dipergunakan untuk menyampaikan secara maksimal nilai-nilai yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, seorang peragawati pun harus dapat memiliki penampilan yang beragam untuk dapat menyampaikan berbagai nilai tersebut. Kelly Tandiono seorang peragawati Indonesia yang menyebut dirinya sendiri sebagai seorang tomboy, merupakan salah seorang peragawati paling tenar di Indonesia. Tidak hanya berkarya dalam negeri, Kelly pun telah berkarya di luar negeri. Dengan wajah orientalnya yang menarik, dan dengan tatapan mata yang begitu tajam, sebuah bibir merah yang sensual, dan rambut hitam panjang indah Kelly merupakan salah seorang model yang paling dicari di Indonesia.




In this post we will bring to you the world of modeling through Kelly Tandiono's life story, how even as a teenager Kelly who once never dreamt of becoming a model worked hard to get signed with an agency. Kelly shared on what does it takes to become a great model both in the national circuit and in the international circuit through her opinion. And how does the competition amongst models feels like in the international scene.    

Dalam post ini, kami akan memberikan anda gambaran akan dunia peragawati melalui cerita kehidupan Kelly Tandiono, bagaimana Kelly yang pertama tidak menduga bahwa ia dapat menjadi seorang model berish keras dan berusaha untuk dapat dikontrak dengan sebuah agensi peragawati. Bagaimana Kelly berbagi mengenai kunci kesuksesan untuk menjadi seorang peragawati baik di dalam negeri mau pun di luar negeri. Kelly pun menjelaskan kompetisi yang terjadi di dalam dunia internasional di antara peragawati.



ENGLISH VERSION


Could you tell us a bit of what you were like as a child? Were you a girly girl who always liked fashion? Or were you the kind of kid who studied all the time? What and when, and how did you first fell in love with fashion? 

When I was a child I was such a rebel and a tomboy. Even in school I was Kelly "The Trouble Maker", fighting with boys, skipping classes, and making a lot of problems for my parents. I never really thought I would actually fell in love with fashion moreover, a model.

Could you share us a bit of how did you first had the idea of becoming a model? Did your friends or family agree with the idea of you becoming a model? 

Well I actually had the first idea when I got scouted in the age of 14 years old. I was walking around a mall and was asked if I was interested to be a model. Never thought about it since my mom disagrees with the idea of me modeling at such a young age.
So while I was doing my university in Singapore and I found myself some spare time, I just went to an agency called Mannequin. I was very happy that they took me in without any experience or portfolio and I've been modeling ever since.

Would you say that a model needs to be “discovered” in order to become successful? Or is it more important to have perseverance and a “work hard” attitude? 

I believe its a little bit of both. As for me I did work hard and also been discovered as it is a word of mouth so it does help, in spite that I believe I have a very good attitude and personality where people love working with me as I try to achieve a harmonious work environment.

When you decided to start modeling what was the first thing that you do? Did you get sign with an agency? Or did you build a portfolio first? 

Actually I was very lucky enough to have been accepted without any experience or portfolio. Maybe I was young and they saw potential so they were willing to work and build me to be a good model.

Could you share us your first experience in trying to be signed with an agency? What did they asked you to do on that first agency that signed you?

Well i never really had that so much of an experience. Just that you have to be professional. Being on time, make sure you go to all your jobs, work harmoniously with the client, keep your figure, etc.

Could you share us your first experience in professional modeling? What was it? 

My very first experience was a fashion show for Calvin Klein. Was so excited about it because Mr. Calvin Klein himself was the one who did the casting. Was so happy.

Out of the numbers of Indonesian fashion designer that you’ve worked with, which designer you liked the most?

I love Oscar Lawalata, Biyan, Adrian, Sebastian Gunawan, Auguste Soesastro, Priyo Oktaviano, I can make you a long list there are many talented indonesian fashion designer and they are all very nice to work with.

How was the competition with other models in the international scene? How does one be on top in a casting?

It's very different. As first of all they categorize you in a certain look. Mostly my competition would be other asian girls from Korea, Japan, China. And in a casting I try to be myself and be confident. Sometimes it helps for you to be yourself, because they see or feel of what you're like in a casting, it'll help book jobs.

Do you have any model that you see as an inspiration? 

Freya Beha, really love her look and style.

If there’s any company (magazines or design houses) that you could work with? What will it be?

VOGUE (all caps locked by Kelly herself)

What’s next for Kelly Tandiono? We heard that you would like to become a designer. What will you design? 

Yes I'm trying to do a lot of things. Acting, designing, singing. I want to have an open option and work towards whats best for me for the future.

But my first priority right now will be to design. I'm going to a fashion design school around June or July to learn the basics of fashion design. I would say I would go for ready to wear and simple elegant dresses. 

Image Courtesy of B-Management



 Image Courtesy of Fashion Model Directory


Image Courtesy of Fashion Model Directory



INDONESIAN VERSION

Bisakah Kelly mendeskripsikan; bagaimana sih Kelly ketika remaja? Apakah sudah dari dahulu suka sama fesyen, yang berteman dengan sesama pecinta fesyen?Atau apakah Kelly seorang murid yang suka belajar? Kapan, dan mengapa Kelly jatuh cinta dengan fesyen? 


Ketika saya masih kecil, saya adalah seorang anak yang suka memberontak dan sangat tomboy. Bahkan di dalam sekolah saya dikenal dengan Kelly "The Trouble Maker",  berkelahi dengan yang lelaki, bolos dari kelas, membuat banyak masalah untuk orang tua. Sebenarnya saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan jatuh cinta dengan fesyen, apalagi mejadi model. 

Sebenarnya sejak kapan sih Kely berpikir untuk berprofesi sebagai seorang model? Apakah teman-teman dan orang tua setuju dengan keinginan Kelly untuk menjadi seorang model?

Well... Pertama kali saya mendapatkan ide untuk menjadi seorang model itu ketika saya berumur 14 tahun ketika saya di-scouted. Saya sedang berjalan-jalan di mal dan seseorang bertanya jikalau saya mau menjadi seorang model. Tapi setelah itu, saya ga berpikir untuk menjadi seorang model karena Ibu saya melarang saya untuk menjadi seorang model di umur yang masih sangat muda.

Jadi ketika saya sedang menjalani studi universitas saya di Singapore saya menemukan waktu luang, jadi saya pun pergi ke sebuah agensi model bernama Mannequin. Saya sangatlah senang karena saya diterima tanpa bekal pengalaman atau pun portfolio sejak saat itu saya pun mulai modeling. 



Apakah menurut Kelly seorang model harus "ditemukan" untuk menjadi sukses? Atau apakah yang menentukan adalah sikap "bersikeras" dan tindakan kerja keras? 



Saya percaya butuh sedikit dari keduanya. Untuk saya sendiri dapat dibilang saya itu "ditemukan" dan telah berkerja keras dan berkat word of mouth maka karir pun melesat, selain itu saya pun percaya saya memiliki etika kerja yang baik dan karakter yang baik dimana orang-orang menyukai berkerja dengan saya akibat usaha saya untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. 

Hal pertama yang dilakukan ketika ingin Kelly telah memutuskan untuk menjadi model apa? Apakah Kelly mecoba untuk dikontrak dengan sebuah agensi? Atau apakah Kelly mencoba untuk membuat portfolio terlebih dahulu?

Sebenarnya saya menganggap diri saya sebagai seseorag yang sangat beruntung, karena saya diterima oleh sebuah agensi tanpa pengalaman atau pun sebuah portfolio. Mungkin hal tersebut terjadi karena saya muda dan mereka melihat adanya potensi, so… mereka rela untuk berkerja dan menjadikan saya seorang model yang baik.

Bisakah Kelly berbagi mengenai pertama kalinya Kelly berusaha untuk dikontrak dengan sebuah agensi? Saat itu apakah yang agensi modeling tersebut minta kepada Kelly untuk Kelly lakukan?

Well saya tidak memiliki begitu banyak pengalaman. Hanya yang saya dapat bagikan ialah bagaimana kita harus bersikap professional. Being on time, make sure you go to all your jobs, dan berkerja dengan sejahtera dengan sang klien, pertahankan figure badan anda, dsb.

Bisakah Kelly berbagi mengenai pengalaman pertama kalinya Kelly melakukan pekerjaan professional modeling



Pengalaman pertama saya ialah sebuah pergaan busana oleh  Calvin Klein. Saya sangat-lah excited mengenai pekerjaan ini, karena Mr. Calvin Klein sendiri yang melakukan casting-nya. Saya sangat senang.

Dari beberapa banyak desainer yang Kelly telah berkerja untuk, siapakah yang Kelly paling senangi untuk berkerja sama?



I love Oscar Lawalata, Biyan, Adrian, Sebastian Gunawan, Auguste Soesastro, Priyo Oktaviano, I can make you a long list there are many talented Indonesian fashion designer and they are all very nice to work with.



Bagaimanakah pertandingan para model dalam arena internasional? Bagaimanakah seseorang dapat menjadi yang palingunggul dalam bertanding? 


Pertama-tama pertandingannya sangat berbeda ya dengan yang terjadi di Indonesia. Pertama mereka mengkategorikan kamu sesuai dengan “look” kamu. Sebagian besar kompetisi saya adalah gadis Asia lainnya dari Korea, Jepang, dan Cina. Dan untuk memenangkan perhatian mereka, dalam casting saya mencoba untuk menjadi diri saya sendiri dan berkepercayaan diri. Terkadang dengan menjadi diri sendiri membantu, karena mereka dapat melihat dan merasakan relasi mengenai bagaimana diri Anda sebenarnya, dan ini akan membantuk Anda untuk di book untuk pekerjaan.

Model yang Kelly lihat sebagai inspirasi? 



Freya Beha, really love her look and style.



Jikalau dapat berkerja bagi perusahaan apa pun di luar sana, baik media mau pun design house Kelly ingin berkerja untuk siapa? 



VOGUE (Semua di caps locked oleh Kelly sendiri)



What’s next for Kelly Tandiono? Kami dengar Kelly ingin menjadi desainer ya? Kira-kira apa yang akan Kelly desain? Lini prĂȘt-a-port atau couture?

Ya, saya mencoba untuk melakukan berbagai macam hal. Acting, designing, and singing. Saya ingin memiliki opsi yang terbuka, dan untuk mendapat kesempatan dalam memilih profesi yang terbaik untuk masa depan saya.


Tetapi prioritas utama saya untuk saat ini adalah desain. Saya akan enroll ke sebuah fashion design school sekitar Juni atau Juli untuk mempelajari dasar dari fashion desain. Saya akan mencoba untuk mendesain ready to wear dan simple elegant dresses



Image Courtesy of Bonniedegio Blogspot



Image Courtesy of Bonniedegio Blogspot


The model in her own outfit at Dewi's 20th Anniversary Celebration
Image Courtesy of Dewi Magazine


Image Courtesy of Finroll


Her day to day style remains true to childhood sense of style, claiming to be a tomboy since she's a little girl nowadays Kelly is sporting an androgynous casual chic look that is a mix of urban fashion savvy with a touch of masculinity. Preferring to wear laid back clothes such as  jeans and t-shirts in her daily wear. There's no stopping this rising beauty, with her ambition and drive we will sure see a lot of great things from Kelly Tandiono. Her combination of beauty, fashion flair, and wit will undoubtably make this enigmatic face a force to be reckon with in our fashion industry.     

Pakaian kesehariannya pun selalu true dengan sense of style yang Kelly miliki sejak kecil, dengan klaim bahwa sejak kecil ia merupakan seorang yang tomboy hari-hari ini Kelly sering kali terlihat menampilkan look yang androgonis dan casual chic, percampuran antara gaya urban dengan sentuhan maskulin. Wanita cantik ini lebih memilih pakaian yang santai seperti jeans dan t-shirts dalam kesehariannya. Sepertinya tidak akan ada yang dapat menghentikan gadis cantik berwajah oriental ini, dengan ambisi dan dorongan yang ia miliki tentunya kita akan melihat hal-hal hebat dari Kelly Tandiono. Kombinasi akan kecantikan, kemampuan fesyen, dan kepintarannya akan tanpa diragukan lagi membuat wanita ini mejadi sebuah kekuatan baru di dalam industri mode dalam negeri.












Wednesday, August 31, 2011

THORNANDES JAMES

FASHION PROFILE 
JUDGE A BOOK BY IT'S COVER


For those of you who call your self devotee of Indonesian fashion, not knowing his name is no less than a sin. Graduated from London School of Public Relation majoring in advertising, Thornandes James started his career as an intern for the fashion editor at SOAP magazine. But not too long after that he has secured a position for himself in the magazine, and within 2 years he was able to call himself The Senior Fashion Editor, running the whole fashion devision of that magazine. The experience was grand, and it teaches him many lessons on fashion.

Bagi mereka yang menyebut diri mereka pengikut setia Indonesian fesyen, tidak mengetahui nama Thornandes James bisa jadi merupakan sebuah dosa. Lulus dari Sekolah Relasi Publik London School dengan jurusan periklanan, Thornandes James memulai karirnya sebagai magang bagi editor fesyen bagi majalah SOAP. Tidak lama setelah itu, sekitar dua tahun lamanya ia pun dipercayai dengan titel editor fesyen.  




Photos by : Glenn Prasetya
Fashion Editor, Thornandes James
Makeup & Hair, Phillip Kwok
Assistant Stylist, Chekka & Reza Bustami
Model, Jonathan Mulia
Cover & Cover Story for SOAP Magazine August 2008

From Harper's Bazaar, to Elle, Amica, Clara and Fimela.com, all have trusted Thornandes James to do some iconic works for their magazines. Having the ability to gather up amazing labels as the wardrobes for his works. 

Dimulai dari Harper's Bazaar, hingga Elle, Amica, Clara, dan Fimela.com, semua telah mempercayai James untuk mengerjakan berbagai macam proyek. James pun berkemampuan untuk meraih nama-nama kondang dunia untuk pakaian di berbagai proyeknya. 




par Julius Bramanto
editor, Thornandes James
makeup & hair, Adrian Suryapradipa/B-MGT using Shu Uemura
wardrobe, Sapto Djojokartiko Couture
assistant photographer, Hendri Dinata, Retno Prasasti, Ken Arini
assistant stylist, Chekka
model, Kateryna Talanova/SUM Entertainment
Unpublished picture from Fashion Editorial AMICA Indonesia August 2010

Coming from the background of advertising he learned many things about concepts and briefs, mixing  the knowledge he obtained with his passion for fashion, the mixture has driven him to explore many fields that revolves around fashion. He once dwelled with photography and beauty artistry before he found his way as a stylist, making him to understand so much more about the visual aspect of fashion. 

Berasal dari latar belakang periklanan, James berlajar banyak hal mengenai konsep dan briefs, memadukan pengetahuan tersebut dengan kecintaannya terhadap fesyen, membuat James berkeinginan untuk mengekplorasi berbagai bidang. Dimulai dari fotografi, hingga kesenian make up, hingga akhirnya ia mencapai menjadi seorang stylist. James sungguh mengerti mengenai aspek visual dari fesyen.





Stylist: Thornandes James
Hair & Make Up: Andy Chun
Model: Irina Roshik
all outfit by Sally Koeswanto

These days Thornandes James is working as contributing fashion editor, fashion stylist, and the occasional creative consultant for labels such as; Andreas Odang, Barli Asmara, Chandra Black, Jeffery Tan, to Priyo Oktaviano. Building their image, collections, strategy, presentation, and publicity. A true devotee of fashion. 

Hari-hari ini James berkerja sebagai kontributor di berbagai majalah, dia pun menjadi stylist, dan terkadang menjadi konsultan kreatif bagi berbagai label tanah air; Andreas Odang, Barli Asmara, Chandra Black, Jeffery Tan, hingga Priyo Oktaviano. Membangun nama mereka, koleksi mereka, hingga strategi, dan publikasi mau pun presentasi. Sungguh James merupakan seorang pecinta fesyen.




par Julius Bramanto
styling, Thornandes James
makeup & hair, Philips Kwok
assistants photographer, Retno Prasasty, Ranny Monita, Shuri
assistant stylist, Rajasa Pramesywara
model, Katya Sokolova/DAMN! Inc.
Personal Project

As a undergrad student at LSPR, he was a shy figure, studying day and night to maintain perfect grades. He is also a very value conscious man, who believes that one should always respects the senior, and must always hold their words carefully. Who says geeks can't be chic? 

Sebagai mahasiswa S1 di LSPR, James merupakan sosok yang pemalu, belajar demi mempertahankan nilai yang sempurna. James juga merupakan orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional, hormat, dan kesantunan dalam bertutur kata. 





par Nicoline Patricia Malina
styling, Thornandes James for AMICA
makeup & hair, Andy Chun
assistant photographer, Tri & Ila
assistant stylist, Rajasa Pramesywara
model, Irina Roshik/LVDK
Fashion Editorial AMICA Indonesia April 2011

One thing that he is, he is true to his self, he once stated, "Orang bilang don't judge a book by it's cover, tapi balik lagi di fashion, we do judge a book by it's cover."

Satu hal James merupakan pribadi yang riil, dia pernah berkata, "Orang bilang don't judge a book by it's cover, tapi balik lagi di fashion, we do judge a book by it's cover."





par, Glenn Prasetya
styling,  Thornandes James for Amica
Make Up, Andy Chun
Model, Tarah Dowling
Amica July 2010





par Giovanni Rustanto/Plankton Labs
styling, Thornandes James for AMICA
makeup & hair, Andy Chun
videographers, Hendy Sukarya & Dewi Mariam/Plankton Labs
assistant photographer, Ronald yap
assistant stylist, Rajasa Pramesywara
model, Kateryna Talanova/SUM Entertainment
location, Gunung Bale Malang
Fashion Editorial for AMICA Indonesia November 2010